Why UMM?
2019 adalah tahun masuk saya di UMM. Persiapan berkas, lalu mendaftar, melakukan tes masuk, pengumuman lolos tes, pindah dari kota asal saya Jakarta menuju Malang, P2KK, hingga masa orientasi. Semuanya saya lakukan dengan suka cita. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa UMM? Kenapa tidak kampus lain di Jakarta? Sering sekali pertanyaan-pertanyaan itu saya dengar saat masih menjadi mahasiswa baru, jawaban saya selalu sama "Bosan di Jakarta terus". Tapi memang benar, itu salah satu alasan utama saya memilih Malang dan UMM. Alasan utama lainnya tentu karena UMM berada di kawasan yang dingin dan dikelilingi pemandangan indah. Oh, sepertinya alasan kedua masuk sub alasan untuk alasan pertama, bosan di Jakarta, hehehe. Tapi memang benar, posisi UMM sangat ideal untuk saya yang dari lahir hingga besar hidup di kota besar. Bagi saya, ini satu keunikan yang tidak semua kampus miliki, bahkan kampus lain di Malang.
Alasan itu terdengar terlalu sederhana dan kekanakan untuk sebuah keputusan berkuliah di luar kota. Namun coba teman-teman bayangkan, bangun tidur disambut udara pagi yang masih segar dan bersih, air yang dingin, pemandangan yang langsung mengarah pegunugan, dan kicauan burung gereja yang bertengger di ranting pohon. Wah! Tidak pantas rasanya jika saya lupa mengucap syukur untuk pagi yang menawan setiap hari.
Selain posisi ideal, tentu saka kualitas pendidikan yang diberikan UMM untuk setiap mahasiswanyapatut diacungi jempol. Ruangan belajar nyaman, dosen berpengalaman, fasilitas umum yang banyak, hingga kesempatan-kesempatan emas yang kampus berikan kepada seluruh mahasiswa. Tidaklah berlebihan jika saya mengatakan kampus ini adalah kampus terbaik versi saya dengan segala kelebihan yang ditawarkan.

Komentar
Posting Komentar