Postingan

Why UMM?

Gambar
2019 adalah tahun masuk saya di UMM. Persiapan berkas, lalu mendaftar, melakukan tes masuk, pengumuman lolos tes, pindah dari kota asal saya Jakarta menuju Malang, P2KK, hingga masa orientasi. Semuanya saya lakukan dengan suka cita. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa UMM? Kenapa tidak kampus lain di Jakarta? Sering sekali pertanyaan-pertanyaan itu saya dengar saat masih menjadi mahasiswa baru, jawaban saya selalu sama "Bosan di Jakarta terus". Tapi memang benar, itu salah satu alasan utama saya memilih Malang dan UMM. Alasan utama lainnya tentu karena UMM berada di kawasan yang dingin dan dikelilingi pemandangan indah. Oh, sepertinya alasan kedua masuk sub alasan untuk alasan pertama, bosan di Jakarta, hehehe. Tapi memang benar, posisi UMM sangat ideal untuk saya yang dari lahir hingga besar hidup di kota besar. Bagi saya, ini satu keunikan yang tidak semua kampus miliki, bahkan kampus lain di Malang.  Alasan itu terdengar terlalu sederhana dan kekanakan untuk sebuah...

A Day in My Life a la influencer TikTok

Gambar
  Sejak beberapa tahun lalu, "demam" vlog yang berisikan cerita kehidupan sang content creator, sebutan bagi pembuat video, sangat hits dikalangan anak-anak muda. Vlog semacam itu mudah sekali kita temukan di platform YouTube. Durasinya pun beragam, mulai dari 7 menit hingga lebih dari 25 menit. Lalu konten semacam apa yang ditampilkan oleh sang content creator? Tentu saja aktivitas mereka dari bangun tidur hingga kembali tidur. Terdengar biasa saja namun video semacam itu nyatanya menarik banyak perhatian penonton. Kualitas video, editing, aktivitas sang creator itu sendiri, hingga curhat pendek creator menjadi alasan mengapa video semacam ini digemari. Namun sejak 2 tahun lalu, ketika pandemi Covid-19 melanda, dan orang-orang diharuskan untuk beraktivitas di rumah, eksistensi vlog kehidupan sehari-hari ini semakin diminati, hanya saja berpindah platform, dari Youtube ke aplikasi TikTok. Apa yang berbeda dari vlog di YouTube? Tentu saja durasinya. Vlog kehidupan di TikTok h...

Jalan-jalan nyok ke Pancoran!

Gambar
  "Patung Pancoran tuh!" Atau "Ini nih patung yang suka ada di TV." Seruan yang seringkali keluar dari mulut pendatang ketika melewati perempatan MT Haryono, Jakarta Selatan.  Patung ini dibangun atas gagasan Bung Karno yang memiliki arti "Capailah cita-cita mu setinggi langit", menurut Satya Rasa Sunarso. Patung Pancoran itu menggambarkan cita-cita Angkatan Udara. Diluar kemegahan dan gagahnya patung ini, daerah sekitar Patung Pancoran juga sangat menarik untuk dijelajahi. Tujuan pertama kita kali ini adalah daerah Palbatu, kelurahan Menteng Dalam. Ternyata tak perlu jauh-jauh bagi warga Jakarta ke Yogyakarta, Solo, atau Pekalongan untuk belajar membatik dan mengenal lebih dalam soal batik. Kini daerah Palbatu sudah menjelma menjadi kampung batik di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, di antara gedung-gedung tinggi. Pendirian Kampoeng Batik Palbatu atas dasar inisiatif dari tiga orang pemuda kreatif, Bimo, Iwan dan Hari karena keprihatinan mereka dengan keti...